Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wayang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2025

Menggunakan Artificial Intelligent (ChatGPT) untuk Mewarnai





Saya sudah lama sekali ingin mewarnai gambar lama sejak tahun 2008.

 



Jadi saya mencoba mewarnai dengan ChatGPT.

Prompt I: 
Hi ChatGPT. This is a picture of a female warrior shot multiple arrow to a guy. Could you color the female clothes with red with brown skirt while the male clothes with grey? Also color their skin with fair color. Both of the female and male character had golden accessories such as necklace and bracelet.  The female character wear reddish golden crown. The area was windy and it had yellowish dust. And please also put shade and light when put color in them. 




Wah, kereeeen. 
Namun kok ada pedang? Dan kerisnya pun hilang. Wah memang di gambarku yang asli, busurnya panjang sebelah, jadi tampaknya AI mengira itu pedang. 


Prompt II:
She didn't draw her sword. Her left hand hold the bow toward the male character while her right hand hold nothing since she had just release an arrow. 




Oke, ini sudah benar. Tapi kok selendang yang berkibar-kibar hilang? Selain itu, panahnya masih di tangan.  Baik, coba generate lagi. 



Prompt III:
There was no arrow in the bow because it had just been released. And please add a fluttered shawl on her belt. And please kept the wind effect as it was in the first generated image. 





Hmm.. Aku masih merasa kurang puas. Wajah si cowok tampak ketakutan padahal di gambar pertama tampak berwibawa. Selain itu efek angin yang ada di gambar versi pertama sudah hilang. Sayangnya, jatahnya untuk generate image habis. 

PROMPT IV: 
The last picture you generated was good enough but there were something missing. Please re-add the wind effect which focus to male character, just like the first image. Also modify the female clothes so it didn't cover the shoulder and it show a little bit of cleavage. 





PROMPT V:
You've already nailed the female character. Now, please modify the male so he didn't show any fear on his face. He should be brave. In fact he seemed to embrace the next arrow which would hit him.



 

UPDATE: 
Ada kawan yang mencoba prompting pakai gambar saya. Hasilnya kok lebih bagus ya?






Minggu, 08 Desember 2024

Kalamaricha

 Kalamaricha disguised as a golden deer and tried to separate Rama and Shinta.

Yes, this was inspired from Ramayana Story.



Inked using Snowman Drawing Pen .1 and .6


Rabu, 06 November 2024

Mencoba bermain-main dengan AI Dall-E 3

https://gallerykunderemp.blogspot.com/2017/03/blog-post.html


Kemarin-kemarin aku tak bisa mencoba Dall-E. Hari ini aku mencoba Dall-E 3 dan ternyata bisa masuk.

Sejak tahun lalu saya selalu penasaran bagaimana caranya mewarnai dengan AI karena saya merasa kemampuan mewarnaiku kurang. Ternyata AI seperti Dall-E 3 bisa membantu meningkatkan warna. 


1. BURISRAWA MENYELUNDUP 

Gambar ini punya tantangannya tersendiri. 


Setelan kreativitas AI-nya 0.35. 
Dan harus pasang wajah sebagai referensi. Aku menggunakan wajah Ming-Na Wen. 

Itupun hasilnya masih punya kejanggalan, yakni di detail jari-jari tangan baik jari tangan Burisrawa maupun Srikandi. 




Karena itu, untuk gambar ini, aku taruh di atas gambar asli lalu bagian telapak tangan kuhapus sehingga cukup menggunakan detail dari gambar asli. 




Referensi gambar asli: https://gallerykunderemp.blogspot.com/2008/03/burisrawa-menyelundup.html


2. Huo Qintong 

Untuk gambar ini, Dall-E cukup bisa melakukannya sendiri.


 

Dengan setelan kreativitas AI 0.4 dan menggunakan wajah Dilraba Dilmurat sebagai referensi wajah, Dall-E langsung membuat gambar yang lebih baik dari gambarku. Ada keluhan minor yakni gambar awalku memperlihatkan Huo Qintong membawa pisau di kiri dan pedang di kanan tetapi Dall-E menyatukannya menjadi pedang di kiri. Selain itu tulisan dan logoku dirusak.

Ajaibnya, Dall-E bisa memikirkan pose jari tangan sehingga tak perlu mengubah macam-macam. 

Saya sempat meminta Dall-E membuat dua gambar dengan setelan tersebut.









Referensi gambar asli: https://gallerykunderemp.blogspot.com/2017/03/blog-post.html



3. Werkudara vs Naga 
Ini contoh gagal.

Dari gambar asli.




Dipasangkan dengan referensi wajah Advent Bangun dan kreativitas 0.4 menjadi 




Sementara dengan referensi wajah Luhut Binsar Pandjaitan dengan tingkat kreativitas AI yang sama menjadi:



Ya, aku tak puas dengan naganya. AI cukup bagus untuk membuat sisiknya tampak menonjol (emboss) tetapi gagal dalam membuat kepala ular yang bagus.

Apakah hal ini karena masalah prompt? Apalagi saya menggunakan fitur gratisan. 

Sumber gambar asli: https://gallerykunderemp.blogspot.com/2008/03/werkudara-vs-naga-warna.html


Selain ketiga gambar itu, saya sempat bereksperimen dengan gambar hitam putih, gambar penguin-penguin lucu, gambar anoman garuk-garuk kepala. Menggunakan AI Dall-E tidak meningkatkan kualitas gambar tetapi malah menjadi semakin jelek. 

Jadi ternyata tak semudah itu bermain-main dengan AI. 


Sabtu, 03 Agustus 2013

Bima, Arjuna, Gatotkaca vs Antareja

As someone who were grown up with Wayang stories (Mahabharata, Ramayana), my cultures provide me with a lot of inspiration although I sometimes stuck with a theme. 

Some themes I have drawn before:


The following picture describe Arjuna and his brother, Bima. The latter often became theme of my sketches due to his muscle, claw, long hair, and thick mustache. The former was rarely became my inspiration but when I drew him, I usually wanted to drew someone with arrow.


The following two pictures describe the same scene which came from Sumbadra Larung (Sumbadra Over the Water). 

The story started with Burisrawa (Duryudana's son) who could not take his lost and still wanted Sumbadra. So in her wedding day, Burisrawa jumped over the Kaputren fence (Kaputren - part of palace for ladies) and tried to seduce her. While Sumbadra was still loyal to his newlywed husband, Burisrawa threatened her with Keris Knife, but an accident happened and she was stabbed to death.

Burisrawa ran and left her behind. Srikandi found the body and told others. To fish the criminal out, Kresna (Khrisna) advised Pandawa brothers to let her be put on a boat on the river and let Gatotkaca watched over her. 

Meanwhile, Antareja, Bima's forgotten son from his previous adventure (see Bima vs Dragon [Naga]) wanted to find his father. He came to the surface with a medicine that could heal the wound no matter how worse it was. He found the boat where Sumbadra was and applied his miracle medicine to her. Meanwhile, Gatotkaca, never met Antareja before, mistook him as the criminal who stabbed his aunt.  And then came the fight between those two.



Anoman (more)

Anoman is a common theme of my drawing. I love to draw the fur and his muscles. Not to mentioned that I could imagine how his feet (which should resemble his hand just like a monkey does).

This one was simply Anoman in his leasure time. Trying to draw a smile with his teeth.
The following was a serious Anoman, ready to fight. Instead of crouching stance ready to fight like wild animal does, I drew Anoman with a more stable position. The position was inspired by a picture of a practitioner of Tjingkrik, a Batavian (Jakartanese) Silat.

The following was simply a picture of lazy monkey-man.



Senin, 31 Desember 2012

Silly Sketch In The End of The Year 2013

It's been a long time since the last time I post my sketch so here they are.



I wanted to draw Batman but when I added the lips, it was too feminine so I changed my mind and thus came Batgirl.

I just wanted to draw some body attack another one's neck. ;p


Yet another Anoman sketch.

Kamis, 02 April 2009

Yet Another Burning Hanuman



I have drawn this theme many times and I never became bored of this theme.

Duhsasana Humiliate Draupadi

The picture was inspired by a scene in Mahabharata where Pandava was lost to Kaurava. Duhsasana tried to claimed Kaurava's victory by stripping Draupadi clothes. A miracle was happened, Draupadi clothes suddenly became so long and thus, Duhsasana failed in his attempt.

On the left, there were four Pandavas which are Sahadeva, Nakula, Arjuna, and Bhima. There should be Yudhistira but he was behind Draupadi and thus could not be seen on the pictures. On the right side, there were Kauravas, laughing at Duhsasana's attempt.

Karna vs Arjuna

The picture is inspired by a scene in Bharatayudha. Arjuna, the third son of Pandu fought Karna who defended Kaurava. Unknown to Arjuna, Karna was actually his eldest brother from the same other, Kunti. Karna knew this fact, but his loyalty, his solidarity and his friendship to Duryodhana made him insisted to be in Kaurava side.

The first president of Indonesia, "Soekarno" was named based on Karna.

Jumat, 21 Maret 2008

Werkudara Vs Naga (Warna)


Alat yang Digunakan: Ballpoint Faster, Spidol Snowman, Oil-Pastel Crayon merek Pentel

Bikin lagi tema yang sudah berkali-kali kugambar (termasuk waktu aku bosan menunggu prosesi siraman). Bedanya, kali ini kuwarnai.

Kenapa tema ini sering kugambar? Ada beberapa alasan:
Pertama, rambut werkudara di adegan ini terurai panjang,
Kedua, karena adegan ini menonjolkan otot alias melatih gambar anatomi,
Ketiga, monster....
Keempat, darah... (tapi tidak terlalu terlihat kalau hitam putih)
kelima, air

Burisrawa Menyelundup


Alat Yang Digunakan: Ballpoint, Spidol Permanen, Oil-Paste Crayon merek Pentel, Spidol Warna-warni merek Snowman (tidak ada pensil maupun penghapus yang terlibat)

Kali ini, aku mengambil adegan yang jarang diangkat ke bentuk senirupa (tidak seperti adegan-adegan populer lain seperti penculikan Dewi Sinta atau Werkudara melawan Ular Naga atau Arjuna melawan Karna)

Adegan ini berasal dari babak pembuka kisah Sumbadra Larung atau Sembadra Larung yang merupakan cerita asli Jawa (alias tidak ada di dalam kisah Mahabharata yang asli). Sumbadra Larung sendiri mengambil tempat segera setelah kisah Arjuna Krama yang menceritakan pernikahan Arjuna dan Sumbadra yang heboh. Balai Pustaka sendiri pernah menerbitkan kisah Sumbadra Larung yang diceritakan ulang oleh Sunardi DM (salah satu novelis favoritku).

Latar belakang kisah ini sebagai berikut (catatan: aku selalu bersimpati pada tokoh-tokoh seperti Rahwana dan Burisrawa, jadi cenderung menyimpang dari pakem. Aku selalu menanggap tokoh-tokoh tersebut adalah tokoh2 yang jadi bertindak menyimpang karena jatuh cinta):

Alkisah,
Burisrawa masih tidak rela menerima kekalahannya dalam memperebutkan Sumbadra. Pada suatu malam, ia menyusup ke kaputren, berusaha menculik Dewi Sumbadra. Namun Dewi Sumbadra melawan dan akhirnya tertusuk dan tewas.

Sebelum sempat meratapi kesalahannya, muncullah Dewi Srikandi, yang bertanggung jawab atas keamanan kaputren. Mendengar suara jeritan, Dewi Srikandi segera keluar dan melihat Dewi Sumbadra bersimbah darah. Melihat sesosok tubuh besar di dekatnya, tanpa ragu-ragu ia langsung menyerang.

(siapa bilang Srikandi hanya bisa memanah? Srikandi juga bisa bertarung kasar)

Nantinya, kisah ini berlanjut di mana Dewi Sumbadra harus dilarungkan (ditaruh di perahu dan dibiarkan hanyut mengikuti sungai) dahulu sebelum dapat dihidupkan. Perahu ini nantinya menarik minat seorang pemuda yang ternyata adalah Antareja, anak Bima, cucu Hyang Antaboga.