Senin, 18 Juli 2016

Oktober 2015 - Superhero




I was going to test my commitment for Inktober 2015 but I found I lack of motivation. So I only draw 2 pictures.

The first picture was cross-over between Setan Jalanan and Valentine.
The second pictures were characters from Jagoan Comic (Guntuger, Zantoro, Winda, Blacan).



Kristin

This is my last wife.
Somehow I always imagine her as a flirty, naughty woman.

My previous drawing of her.
http://gallerykunderemp.blogspot.co.id/2014/12/my-beloved-wife.html

Minggu, 20 Maret 2016

Mewarnai foto hitam putih Armored Batman



Istriku tidak puas dengan hasil foto yang dia ambil terutama karena lambangnya tidak terlihat seluruhnya. Ketika ia mengubahnya menjadi modus abu-abu (greyscale mode), kami berdua merasa hasilnya lebih keren daripada aslinya.

Nah,
akhirnya aku penasaran utak-atik mewarnai dari foto hitam putih tadi.

Aslinya seperti berikut:


Senin, 22 Desember 2014

My beloved wife

My wife protested me several time for not drawing her while I have drawn the woman in my previous love life.

Well, I actually drew her but I didn't show her.

Now, this is the picture of her which I drew when I was far from her. She was in Jakarta while I was in Samarinda.


I didn't use any reference. I just try to remember her and this was what I got.

Drawing Animals (again)

I'm not good at drawing animals.
My previous attempt can be seen in
http://gallerykunderemp.blogspot.com/2009/01/study-of-big-cat.html
http://gallerykunderemp.blogspot.com/2009/03/woman-and-tiger.html
http://gallerykunderemp.blogspot.com/2009/03/study-of-animal.html

It doesn't mean I stop trying.
This mid-year, when I was assigned at Samarinda, East Borneo, in my solitary room, I tried to draw animal again.
















Minggu, 21 Desember 2014

Sketsa Dayak Kenyah di Desa Pampang

Tahun ini, saya mendapat waktu luang untuk mengunjungi Desa Pampang di mana suku Dayak Kenyah tinggal. Saya tidak membawa kamera sehingga akhirnya memutuskan menggunakan sketsa untuk menangkap apa yang saya lihat.


Hiasan Burung Enggang di ujung atap rumah adat 


Patung Burung Enggang di ujung tiang totem.



Topi salah satu tetua adat.


Salah satu penari. Sudah cukup tua.
Mengenakan topi dengan bulu-bulu tinggi, dengan rompi kulit harimau dan jubah bulu serta kalung dari gigi-gigi tajam (entah macan, beruang, atau babi hutan.. lupa nanya)


Sampek, salah satu musik tradisionalnya (walau sudah bisa disambungkan pakai kabel ke pengatur suara) 



Tarian Selamat Datang.
Ini adalah tarian yang pertama disajikan kepada penonton dan dilakukan oleh penari tunggal. Pertama-tama si penari hanya menggunakan perisai yang dipegang tangan kirinya. Lama-lama, ia mencabut mandau dan tetap menari.



Tarian Melamasakai (mungkin salah eja). Terdiri dari banyak penari putri.



Tarian Saudara, terdiri dari dua penari wanita yang saling berhadapan.



Jari jemari para penari wanita terikat dengan kumpulan bulu-bulu burung. Sehingga ketika mereka menggerakkan tangan mereka seakan-akan melihat burung yang mengepakkan sayap.



Penari Tarian Topeng Indah. Bagian akhir dari Tari Topeng Buruk dan Topeng Indah. Jika topeng buruk menampilkan topeng manusia berwajah buruk (seperti gigi ompong dan rusak) dan ditarikan oleh penari pria maka topeng indah menutupi wajahnya dengan kain hias bermotif warna-warni dan dilakukan oleh penari wanita.

Di masa lalu, tari ini ditujukan untuk memohon nasib baik dan mengusir nasib buruk. Namun dengan datangnya agama semit (baca: Kristen dan terakhir Islam), tari ini sekarang hanya untuk mewariskan budaya.

Elsa-nya Frozen, setahun kemudian

Demam Frozen sudah mereda,
tetapi bukan berarti Ara benar-benar usai dengan Frozen.
Melihat buku mewarnai di Gramedia, Ara berkali-kali narik buku-buku tersebut agar dibelikan Babehnya.

Ya sudah deh, akhirnya, Babehnya menyerah.

Tapi melihat Ara mewarnai, lama-lama Babehnya jadi ingin menggambar Elsa lagi.