Jumat, 09 Mei 2008

Two-Face dan Joker ( water coloured pencils)




Sambil menunggu trailer The Dark Knight selanjutnya.
atau jangan2 langsung muncul filmnya?

Two-face hanya muncul sekilas dalam trailer terakhir dan itupun ditampilkan sisi Harvey Dent dan sedang bersedih dengan revolver di tangan kirinya.

Gambar Two-face yang kubuat merupakan perkiraanku berdasarkan adegan sekilas tersebut (tampak bintik2 bekas luka bakar dan tidak terlalu simetris), komik (seperti The Long Halloween), dan sebuah gambar yang diduga merupakan gambar konsep Two-Face, apalagi pihak Warner Bross meminta situs2 yang menayangkan gambar tersebut diturunkan.

Diwarnai dengan pensil warna merek Lyra (yang cuma 12 warna).

Di bawah ini adalah gambar versi kecil berukuran 140 atau kurang yang dirancang untuk jadi avatar.









Senin, 28 April 2008

Batman


Iseng-iseng...
kubuat sebelum menggambar istriku
Dengan pensil 2B (waktu ku-scan, kupilih mode B&W)

modelnya dari Batman Begins (karena aku ingin tampak seperti berasal dari film -- misalnya, bagian mata [di komik hanya digambarkan putih]) tetapi bagian lehernya kuubah agar tampak lebih fleksibel.

Rabu, 26 Maret 2008

Huntress


Bila ingin tahu lebih banyak tentang Huntress, silakan kunjungi Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Huntress_%28Helena_Bertinelli%29

Sebenarnya, tadinya aku agak ragu soal topengnya. Aku sengaja tidak mengikuti bentuk topeng aslinya tetapi lebih mirip topengnya Robin (rapat hingga ke pelupuk mata). Ternyata tidak aku sendiri yang mengubah topeng Huntress.
http://www.gothampublicworks.com/images/gallery/huntress-con07.jpg
http://www.gothampublicworks.com/images/gallery/con07/con07m.jpg

Bandingkan bila topengnya dibuat seperti komiknya
http://www.gothampublicworks.com/forums/viewtopic.php?t=3201&start=8

Jumat, 21 Maret 2008

Werkudara Vs Naga (Warna)


Alat yang Digunakan: Ballpoint Faster, Spidol Snowman, Oil-Pastel Crayon merek Pentel

Bikin lagi tema yang sudah berkali-kali kugambar (termasuk waktu aku bosan menunggu prosesi siraman). Bedanya, kali ini kuwarnai.

Kenapa tema ini sering kugambar? Ada beberapa alasan:
Pertama, rambut werkudara di adegan ini terurai panjang,
Kedua, karena adegan ini menonjolkan otot alias melatih gambar anatomi,
Ketiga, monster....
Keempat, darah... (tapi tidak terlalu terlihat kalau hitam putih)
kelima, air

Burisrawa Menyelundup


Alat Yang Digunakan: Ballpoint, Spidol Permanen, Oil-Paste Crayon merek Pentel, Spidol Warna-warni merek Snowman (tidak ada pensil maupun penghapus yang terlibat)

Kali ini, aku mengambil adegan yang jarang diangkat ke bentuk senirupa (tidak seperti adegan-adegan populer lain seperti penculikan Dewi Sinta atau Werkudara melawan Ular Naga atau Arjuna melawan Karna)

Adegan ini berasal dari babak pembuka kisah Sumbadra Larung atau Sembadra Larung yang merupakan cerita asli Jawa (alias tidak ada di dalam kisah Mahabharata yang asli). Sumbadra Larung sendiri mengambil tempat segera setelah kisah Arjuna Krama yang menceritakan pernikahan Arjuna dan Sumbadra yang heboh. Balai Pustaka sendiri pernah menerbitkan kisah Sumbadra Larung yang diceritakan ulang oleh Sunardi DM (salah satu novelis favoritku).

Latar belakang kisah ini sebagai berikut (catatan: aku selalu bersimpati pada tokoh-tokoh seperti Rahwana dan Burisrawa, jadi cenderung menyimpang dari pakem. Aku selalu menanggap tokoh-tokoh tersebut adalah tokoh2 yang jadi bertindak menyimpang karena jatuh cinta):

Alkisah,
Burisrawa masih tidak rela menerima kekalahannya dalam memperebutkan Sumbadra. Pada suatu malam, ia menyusup ke kaputren, berusaha menculik Dewi Sumbadra. Namun Dewi Sumbadra melawan dan akhirnya tertusuk dan tewas.

Sebelum sempat meratapi kesalahannya, muncullah Dewi Srikandi, yang bertanggung jawab atas keamanan kaputren. Mendengar suara jeritan, Dewi Srikandi segera keluar dan melihat Dewi Sumbadra bersimbah darah. Melihat sesosok tubuh besar di dekatnya, tanpa ragu-ragu ia langsung menyerang.

(siapa bilang Srikandi hanya bisa memanah? Srikandi juga bisa bertarung kasar)

Nantinya, kisah ini berlanjut di mana Dewi Sumbadra harus dilarungkan (ditaruh di perahu dan dibiarkan hanyut mengikuti sungai) dahulu sebelum dapat dihidupkan. Perahu ini nantinya menarik minat seorang pemuda yang ternyata adalah Antareja, anak Bima, cucu Hyang Antaboga.

Kamis, 14 Februari 2008

Dendam Srikandi

Gambar yang kubuat saat sakit hari ini karena kelelahan mempersiapkan pernikahan (ya ampun.. milih baju doang ribet banget sih).


Aku gagal menggambar Resi Bhisma di sketsa ini. Resi Bhisma, seharusnya tampak berwibawa dan pasrah membiarkan tubuhnya ditembus oleh panah-panah Srikandi.

Bagian yang juga tak kalah susah adalah menggambar busur. Terlihat di sketsa bahwa busurnya tidak seimbang, tidak stabil, dan letak memegang busurnya juga salah.

Bisa saja sih aku beralasan, "apa yang mau diharapkan? Aku lagi sakit.. dan aku menggambar langsung menggunakan ballpoint". Tapi masa sih alasan seperti itu bisa dibenarkan? Jelek adalah jelek...

Werkudara vs Naga

Di Jawa,
Naga itu tak lebih dari ular besar.
Tentu saja, karena tubuh Werkudara sebenarnya besar, maka ukuran ular naga tersebut seharusnya lebih besar, melebihi besarnya Anaconda di film yang dibintangi J-Lo dan Jon Voight.

Aku pernah membuat gambar dengan tema serupa 7 tahun yang lalu di
http://narpati.kunderemp.org/gallery.html

Berkembang kah gaya menggambarku? Atau begitu-begitu saja?