Jumat, 21 Maret 2008

Werkudara Vs Naga (Warna)


Alat yang Digunakan: Ballpoint Faster, Spidol Snowman, Oil-Pastel Crayon merek Pentel

Bikin lagi tema yang sudah berkali-kali kugambar (termasuk waktu aku bosan menunggu prosesi siraman). Bedanya, kali ini kuwarnai.

Kenapa tema ini sering kugambar? Ada beberapa alasan:
Pertama, rambut werkudara di adegan ini terurai panjang,
Kedua, karena adegan ini menonjolkan otot alias melatih gambar anatomi,
Ketiga, monster....
Keempat, darah... (tapi tidak terlalu terlihat kalau hitam putih)
kelima, air

Burisrawa Menyelundup


Alat Yang Digunakan: Ballpoint, Spidol Permanen, Oil-Paste Crayon merek Pentel, Spidol Warna-warni merek Snowman (tidak ada pensil maupun penghapus yang terlibat)

Kali ini, aku mengambil adegan yang jarang diangkat ke bentuk senirupa (tidak seperti adegan-adegan populer lain seperti penculikan Dewi Sinta atau Werkudara melawan Ular Naga atau Arjuna melawan Karna)

Adegan ini berasal dari babak pembuka kisah Sumbadra Larung atau Sembadra Larung yang merupakan cerita asli Jawa (alias tidak ada di dalam kisah Mahabharata yang asli). Sumbadra Larung sendiri mengambil tempat segera setelah kisah Arjuna Krama yang menceritakan pernikahan Arjuna dan Sumbadra yang heboh. Balai Pustaka sendiri pernah menerbitkan kisah Sumbadra Larung yang diceritakan ulang oleh Sunardi DM (salah satu novelis favoritku).

Latar belakang kisah ini sebagai berikut (catatan: aku selalu bersimpati pada tokoh-tokoh seperti Rahwana dan Burisrawa, jadi cenderung menyimpang dari pakem. Aku selalu menanggap tokoh-tokoh tersebut adalah tokoh2 yang jadi bertindak menyimpang karena jatuh cinta):

Alkisah,
Burisrawa masih tidak rela menerima kekalahannya dalam memperebutkan Sumbadra. Pada suatu malam, ia menyusup ke kaputren, berusaha menculik Dewi Sumbadra. Namun Dewi Sumbadra melawan dan akhirnya tertusuk dan tewas.

Sebelum sempat meratapi kesalahannya, muncullah Dewi Srikandi, yang bertanggung jawab atas keamanan kaputren. Mendengar suara jeritan, Dewi Srikandi segera keluar dan melihat Dewi Sumbadra bersimbah darah. Melihat sesosok tubuh besar di dekatnya, tanpa ragu-ragu ia langsung menyerang.

(siapa bilang Srikandi hanya bisa memanah? Srikandi juga bisa bertarung kasar)

Nantinya, kisah ini berlanjut di mana Dewi Sumbadra harus dilarungkan (ditaruh di perahu dan dibiarkan hanyut mengikuti sungai) dahulu sebelum dapat dihidupkan. Perahu ini nantinya menarik minat seorang pemuda yang ternyata adalah Antareja, anak Bima, cucu Hyang Antaboga.

Kamis, 14 Februari 2008

Dendam Srikandi

Gambar yang kubuat saat sakit hari ini karena kelelahan mempersiapkan pernikahan (ya ampun.. milih baju doang ribet banget sih).


Aku gagal menggambar Resi Bhisma di sketsa ini. Resi Bhisma, seharusnya tampak berwibawa dan pasrah membiarkan tubuhnya ditembus oleh panah-panah Srikandi.

Bagian yang juga tak kalah susah adalah menggambar busur. Terlihat di sketsa bahwa busurnya tidak seimbang, tidak stabil, dan letak memegang busurnya juga salah.

Bisa saja sih aku beralasan, "apa yang mau diharapkan? Aku lagi sakit.. dan aku menggambar langsung menggunakan ballpoint". Tapi masa sih alasan seperti itu bisa dibenarkan? Jelek adalah jelek...

Werkudara vs Naga

Di Jawa,
Naga itu tak lebih dari ular besar.
Tentu saja, karena tubuh Werkudara sebenarnya besar, maka ukuran ular naga tersebut seharusnya lebih besar, melebihi besarnya Anaconda di film yang dibintangi J-Lo dan Jon Voight.

Aku pernah membuat gambar dengan tema serupa 7 tahun yang lalu di
http://narpati.kunderemp.org/gallery.html

Berkembang kah gaya menggambarku? Atau begitu-begitu saja?

Senin, 21 Januari 2008

Menunggu Film Batman Tahun Ini: THE DARK KNIGHT

Tribal Rivalry


Aku menggambar ini saat ibuku sedang mengadakan 'tutorial' di Kafe Oh La La, Margo City.

Inspirasinya sendiri dari komik yang sedang kuikuti akhir-akhir ini, The Legends of New Frontier alias (di cetakan Indonesia) The Legends of No Man's Land yang mengisahkan tentang raja Da Qin (suku Hu) dari utara yang berniat menyerang Tionggoan (suku Han) yang saat itu sedang dikuasai oleh Dinasti Jin (hmm.. setelah masa Tiga Negara, kah?). Suku Hu sendiri sebenarnya terdiri dari beberapa suku, antara lain Xian Bei, Xiongnu, Di, Qiang, dan Jie. Kisahnya sendiri (setelah mencari di Wiki ) ternyata berasal dari peristiwa nyata, Perang di Sungai Fei.

Kembali ke gambarku,
Indonesia sebenarnya juga memiliki banyak suku dengan pakaian yang berbeda-beda. Sepengetahuanku, hanya Ganes TH, dengan komiknya, Si Buta dari Gua Hantu: Banjir Darah di Pantai Sanur, yang pernah mengeksploitasi keunikan dari keanekaragaman suku-suku di Indonesia.

Nah,
di sini, aku menampilkan dua tokoh. Yang satu, berasal dari Jawa di masa jaya-jayanya agama Hindu, sementara yang satu lagi aku tak tahu berasal dari mana. Aku tidak melihat referensi untuk tokoh yang satu itu tetapi seingatku aku pernah melihat tipe ikat kepala seperti itu. Orang Bugis kah? Atau Melayu ( seperti Hang Tuah)? Atau mungkin aku mengada-ada?

Sketsa di atas digambar dengan ballpoint berkualitas rendah.

Kamis, 18 Oktober 2007

Milla Jovovich

Image Hosted by ImageShack.us


Tentu sudah pada bisa menebak dari film manakah aku mengambil contohnya.
Sebenarnya, tadinya pengen satu badan utuh. Tapi karena lelah, akhirnya cuma wajah saja.

Aku agak-agak curang untuk bagian rambut. Aku menggunakan fitur edge-detection-nya GIMP sehingga terlihat lebih kasar. Begitu juga untuk iris Jovovich yang keabu-abuan. Aslinya, nyaris tidak terlihat karena mendekati putih.